Aman dari “Penjahat Jaringan Sosial”

Banyaknya pengguna jaringan sosial (social networking) seperti Friendster, Facebook, Twitter, Multiply atau yang lainnya di Indonesia membuat situs-situs tersebut menjadi lahan bagi hacker untuk mendapatkan data-data yang bersifat pribadi. Data pribadi tersebut bisa saja menjadi akses masuk seorang hacker ke hal yang lebih berbahaya, semisal: akses perbankan dan kartu kredit. Untuk itu kita sebagai mahasiswa, harus mengetahui, trik-trik apa saja yang perlu kita lakukan agar terhindar dari para “penjahat jaringan sosial” tersebut. Berikut adalah hal yang dapat kita lakukan:

–          Pertama-tama tentunya anda harus memiliki account dari salah satu jaringan sosial yang ada di internet, jika tidak, maka bisa dikatakan anda sudah aman, dan trik selanjutnya tidak perlu anda lakukan, setidaknya belum perlu anda lakukan.

–          Tidak perlu memperlihatkan data diri secara terperinci pada profil Twitter atau Facebook anda, (nama lengkap, NPM, golongan darah, nomor telepon, alamat e-mail, dsb). Seperlunya saja, akan lebih baik lagi apabila anda hanya mencantumkan nama panggilan.

–          Apabila diperlukan, manipulasi atau hapus ucapan ulang tahun dari teman pada profil Friendster atau Facebook anda, karena bisa menjadi informasi berharga bagi seorang “penjahat jaringan sosial” untuk menebak-nebak password anda.

–          Hindari penggunaan password standar: 1234, tanggal lahir, bulan lahir, tahun lahir, angka keberuntungan, nama sendiri, nama email.

–          Menuliskan nama orang tua, terutama ibu, sangat tidak dianjurkan—mengingat banyak perusahaan kartu kredit dan Bank masih menggunakan nama ibu sebagai pertanyaan rahasia.

–          Fitur ‘forgot your password’ dapat dijadikan sebuah akses bagi “penjahat jaringan sosial” untuk mendapatkan password anda, jadi hindari penggunaan jawaban yang sangat tepat untuk pertanyaan rahasia, seperti: “Favorite childhood hero”, jawablah dengan tanggal lahir atau apapun yang tidak sesuai dengan pertanyaan rahasia, ini dapat membingungkan “penjahat jaringan sosial”. Namun tetap ingatlah baik-baik jawaban dari pertanyaan tersebut.

–          Terakhir, walaupun terkadang informasi yang disajikan dalam halaman profil seseorang di Friendster, Twitter maupun Facebook tidak sangat penting, seringkali gabungan informasi-informasi kecil tersebut bisa membuat “penjahat jaringan sosial” melakukan pencurian akses ke dalam properti milik korban tersebut, jadi berhati-hatilah.

Diambil dari “Kenali Cara Kerja Hacker”, Majalah CHIP edisi 02/2008 dengan perubahan. Pernah dimuat di BIRU, sebuah buletin untuk Mahasiswa Kesejahteraan Sosial.

About aulleaul

I am a Social Welfare graduate, from University of Indonesia. I am passionate with human resources as well as human in general. Love watching movie and read a lot.

Posted on 26/05/2011, in Mungkin Berguna and tagged , , , , , , , , . Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: