Monthly Archives: June 2011

Tebakan Recca

Pas lagi iseng-iseng buka facebook, gw nemuin notes temen gw. Notesnya si Recca di facebook.

Judulnya “Pekerjaan yang cocok buat anak-anak kessos nulnam selepas kuliah:”

Notesnya Recca sih tentang prediksi dia ke anak-anak kessos lainnya. Isinya gini:

1. Lucky: PSK (pekerja sosial komersil)
2. Keke: Pembawa Berita
3. Bana: Atlet Basket
4. Niken: Wanita Karier yang kerja di kantoran
5. Octa: Karyawan Kantor
6. Chiechie: Guru Playgroup (kalo jadi guru diatas TK pasti kerjaannya dikibulin terus sm muridnya)
7. Tya: Dosen
8. Aul: Pembunuh Bayaran
9. Amie: Pemilik Toko Kue
10. Merto: Juragan Bus Deborah
11. Sigit: Receptionist/Customer Service (ngemeng mulu kerjaannya)
12. Jimmy: Tourguide
13. Fadli: Guru SMA
14. Dinka: PNS
15. Mita: Ibu-ibu darma wanita
16. Eka: Guru ngaji
17. Anggie: Training Motivator
18. Resti: Guru ngaji
19. Iwi: Sinden
20. Getar: Dosen
21. Tyas: Ibu rumah tangga
22. Ido: Esmod yang nyambi jualan baju
23. Erick: Pengusaha Desain
24. Dina: Sekertaris
25. Wien: Karyawan LSM
26. Vidy: Ibu-ibu penjaga perpustakaan
27. Wishnu: Tukang Foto
28. Inggar: Penyanyi Kosidahan

NB : bukan berarti gw doain lo semua Cuma jadi itu doang ya, tapi ini just for fun!
😀

Bener-bener prediksi yang kreatif sekaligus kocak. Walopun tebakan dia tentang gw agak ngaco sih. Masa gw diprediksiin ‘pembunuh bayaran’, ya emang sih mungkin-mungkin aja (:P). Anyway, pekerjaan yang cocok buat kita emang sering ga sesuai ama kuliah kita. Dari judulnya notes Recca aja “pekerjaan yang cocok”, berarti kan Recca disini ‘ngayalnya’ kalo anak-anak Kessos ntar bakalan jadi kayak gitu, walopun sih emang just for fun. Read the rest of this entry

Potensi

Kadang kita sebagai manusia tidak menyadari betapa pentingnya kata potensi.

Potensi untuk maju.

Potensi untuk berkembang.

Potensi untuk baik (menjadi baik).

Kita kadang meremehkan kata potensi. Padahal potensi adalah suatu kata hebat yang apabila digunakan akan memiliki manfaat yang luar biasa. Dalam ilmu Kesejahteraan Sosial, khususnya di bidang Pemberdayaan atau Pengembangan Masyarakat, potensi menjadi sebuah proses sekaligus tujuan dari pemberdayaan itu sendiri. Potensi masyarakat untuk berkembang, untuk berusaha, untuk berubah. Potensi yang dimiliki oleh wilayah/tempat tinggal mereka sehingga masyarakat bisa memanfaatkan hasilnya untuk kesejahteraan.

Pemberdayaan Masyarakat masih menjadi salah satu bentuk dari CSR (Corporate Social Responsibility) dari perusahaan. Walaupun tidak salah jika perusahaan hanya menerapkan Pemberdayaan Masyarakat atau Comdev sebagai bentuk CSR-nya, tetapi CSR sebaiknya dikembangkan dan diberikan ke seluruh stakeholder perusahaan (karyawan, masyarakat sekitar, lembaga pendidikan di sekitar perusahaan, lembaga sosial/agama).

Apabila kita kembali berbicara mengenai Comdev yang menjadi fokus dari bentuk CSR sebuah perusahaan, berkembang banyak model atau pendekatan yang dilakukan. Salah satu yang harus dihindari adalah bentuk Comdev yang hanya bersifat charity, walaupun hal tersebut ‘dibungkus’ dengan judul pemberdayaan ekonomi/peminjaman modal usaha/Micro Enterprise Economic Program (MEEP) atau lainnya. Read the rest of this entry