Potensi

Kadang kita sebagai manusia tidak menyadari betapa pentingnya kata potensi.

Potensi untuk maju.

Potensi untuk berkembang.

Potensi untuk baik (menjadi baik).

Kita kadang meremehkan kata potensi. Padahal potensi adalah suatu kata hebat yang apabila digunakan akan memiliki manfaat yang luar biasa. Dalam ilmu Kesejahteraan Sosial, khususnya di bidang Pemberdayaan atau Pengembangan Masyarakat, potensi menjadi sebuah proses sekaligus tujuan dari pemberdayaan itu sendiri. Potensi masyarakat untuk berkembang, untuk berusaha, untuk berubah. Potensi yang dimiliki oleh wilayah/tempat tinggal mereka sehingga masyarakat bisa memanfaatkan hasilnya untuk kesejahteraan.

Pemberdayaan Masyarakat masih menjadi salah satu bentuk dari CSR (Corporate Social Responsibility) dari perusahaan. Walaupun tidak salah jika perusahaan hanya menerapkan Pemberdayaan Masyarakat atau Comdev sebagai bentuk CSR-nya, tetapi CSR sebaiknya dikembangkan dan diberikan ke seluruh stakeholder perusahaan (karyawan, masyarakat sekitar, lembaga pendidikan di sekitar perusahaan, lembaga sosial/agama).

Apabila kita kembali berbicara mengenai Comdev yang menjadi fokus dari bentuk CSR sebuah perusahaan, berkembang banyak model atau pendekatan yang dilakukan. Salah satu yang harus dihindari adalah bentuk Comdev yang hanya bersifat charity, walaupun hal tersebut ‘dibungkus’ dengan judul pemberdayaan ekonomi/peminjaman modal usaha/Micro Enterprise Economic Program (MEEP) atau lainnya. Karena hal yang berbahaya adalah jika perusahaan hanya memberikan ‘modal’, masalah baru akan muncul di kalangan masyarakat: ketergantungan akan perusahaan.
Salah satu contoh kesalahan dari pembiayaan ekonomi terhadap masyarakat:

Corporate social responsibility (CSR) funds used to finance small and medium enterprises (SMEs) have mostly been given to the wrong SMEs, said Santi Susanti of the Indonesian Chamber of Commerce and Industry (Kadin) on Thursday. “Many private and state companies want to provide soft loans for SMEs as part of their CSR programs. Yet, they do not closely scrutinize the program’s implementation,” Santi, vice chairwoman of Kadin’s Tasikmalaya chapter”. (CSR Indonesia Newsletter Vol. 3 Minggu 31 2009)

Rantai yang harus diputus adalah harapan dari masyarakat terhadap perusahaan. Perusahaan bisa menciptakan skema pembiayaan atau pemberdayaan ekonomi yang bersifat membangkitkan potensi dari masyarakat. Caranya adalah dengan pendampingan kepada masyarakat, perusahaan bisa melakukannya sendiri apabila memiliki SDM yang memadai, atau bekerja sama dengan lembaga konsultan/NGO.

Cakupan utama yang harus diperhatikan adalah: potensi. Potensi yang ada pada masyarakat harus di-‘eksploitasi’ (tentunya dengan cara yang aman lingkungan dan berkelanjutan). Jika kita berandai-andai ada sebuah perusahaan Pertambangan Minyak di sebuah desa, desa tersebut memiliki masyarakat yang bermata pencaharian petani jagung, maka perusahaan bisa memanfaatkan keadaan itu. Perusahaan bisa menciptakan program Comdev yang bertujuan meningkatkan ekonomi masyarakat dengan cara mengembangkan potensi dari masyarakat: jagung.

Perusahaan bisa menetapkan kebijakan dalam perusahaannya yaitu program pemberdayaan, meliputi engagement terhadap masyarakat (pertemuan antara stakeholder yang ada), assessment kebutuhan masyarakat, rencana strategis 5 tahunan untuk masyarakat (berikut laporan keuangan dan usaha dari masyarakat secara periodik), pelaksanaan rencana (implementasi terhadap kegiatan), monitoring kegiatan serta evaluasi.

2 komponen terakhir merupakan hal yang harus tetap berkelanjutan, dimana monitoring menjadi kunci utama untuk melihat perkembangan potensi masyarakat, serta evaluasi terhadap kegiatan yang sudah dilakukan oleh masyarakat. Dengan adanya evaluasi, masyarakat dan juga perusahaan bisa ‘lesson learned’ terhadap kegiatan yang sudah dilakukan dan melakukan perbaikan terhadapnya.

Bentuk yang bisa dilakukan perusahaan adalah dengan mendukung dari segi dana terhadap kegiatan (baik itu dana untuk operasional maupun dana apabila bekerjasama dengan lembaga lain), selain dana perusahaan juga bisa mengembangkan kerjasama dengan perusahaan pembeli. Maksud perusahaan pembeli adalah perusahaan yang bersedia menampung hasil produksi dari masyarakat, dalam hal ini jagung. Apabila perusahaan memiliki dana yang cukup, tidak menutup kemungkinan bagi perusahaan untuk menciptakan pabrik pengolahan (walaupun usaha ini tidak berkaitan dengan usaha utama dari perusahaan), dimana produksi dari masyarakat akan ditampung dan diolah oleh perusahaan, sehingga terjadi nilai tambah dari hasil produksi tersebut.

Apabila hal ini terjadi, Comdev yang dilakukan oleh perusahaan tidak cuma “buang-buang uang”, tetapi menghasilkan imbal balik kepada perusahaan (dalam bentuk profit dari pengolahan) sehingga CSR yang dilakukan menjadi Social Business bagi perusahaan, pihak yang mendapat manfaat tidak hanya perusahaan, tetapi masyarakat juga.
Potensi memang hal yang tidak bisa dipungkiri manfaatnya, dengan mengembangkan potensi yang ada di masyarakat, perusahaan akan mendapat citra yang baik, hubungan yang baik dari masyarakat, dan bukan tidak mungkin profit. Setelah potensi dikembangkan, akan terjadi keberlanjutan dari masyarakat itu sendiri. Masyarakat akan mengembangkan potensi mereka sendiri, dan meneruskan pengetahuan dan kemampuan kepada generasi penerusnya, sehingga bantuan dari perusahaan bisa serta merta berkurang, bahkan sampai tidak perlu sama sekali. Hal inilah yang disebut dengan sustainability.

CSR/CR is about running a responsible business; taking responsibility for the potential adverse impacts of your business and attempting to enhance the positive aspects. A responsible business should minimize its environmental impacts and create good, safe employment opportunities; it should work to ensure that communities benefit from the company’s operations, and that investors’ long-term interests are served; that its customers receive high quality services and products; and so on” – (Rikke Netterstrom in CR or CSR – Does it Matter? – CSR Asia Weekly Vol.5 Week 29

Menarik untuk dilihat kata Netterstrom dalam kutipan diatas, khususnya bagian “it should work to ensure that communities benefit from the company’s operations, and that investors’ long-term interests are served”, disini bisa kita simpulkan bahwa komunitas atau masyarakat harus mendapat manfaat dari perusahaan. Serta kepentingan dari investor juga harus tetap diperhatikan, yang pasti tanpa merugikan masyarakat.

Masyarakat Indonesia dengan keanekaragaman budaya dan potensi lingkungannya merupakan aset yang sangat berharga, perusahaan yang akan survived ke depan adalah yang melihat kesempatan itu dan berkontribusi untuk bangsa dengan rencana yang tertuang dalam kebijakan perusahaan.

Sumber Gambar: greenmillionagrisolutionent.blogspot.com

About aulleaul

I am a Social Welfare graduate, from University of Indonesia. I am passionate with human resources as well as human in general. Love watching movie and read a lot.

Posted on 06/06/2011, in Mungkin Berguna and tagged , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink. 2 Comments.

  1. iya betul, krn masyarakat, pemerintah, dan pihak swasta saling membutuhkan satu sama lain. Karena tidak bisa pihak swasta berjalan sendiri tanpa memikirkan masyarakat, begitu juga sebaliknya.

    Sebagian perusahaan2 besar di luar negeri sudah melakukan konsep ini (CSR) dengan baik karena mereka sadar untuk dapat sustainable mereka tidak dapat mengacuhkan begitu saja masyarakat, terutama masyarakat yang tinggal disekitar perusahaan tersebut.

    Some companies called it “Social Business”. Professor Muhammad Yunus said that Social business is created with the main objective of solving a social problem, which could range from environmental challenges and malnutrition to unemployment, diseases and other social problems.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: