semacam baik

Gw orang yang cenderung ngomong apa-adanya, malah kalo bisa dibilang gw itu termasuk blak-blakan bahkan sampe nyakitin hati orang yang denger kata-kata gw, saking blak-blakannya. Orang yang belom kenal ya bisa jadi “ih ini orang kok gini banget sih”, tapi ya kayak gini lah gw. Nyokap gw sekalipun kadang urut-urut hati (gw mau nulis urut-urut dada kok kayaknya ga ngefek, dan urut hati mungkin lebih ngefek untuk ngeredain “kata-kata yang dari mulut gw”).

Bukan berarti gw asal ngomong ato gimana, tapi yang gw ngomong fakta yang jarang orang bilang langsung, ya karna mungkin ga enak ato jaga perasaan ato alasan lain yang masuk akal. Ngga selalu gini juga sih, gw tetep nyadar sikon (kadang :p) dan akan cenderung lebih soft ama orang baru kenal. Dan sore tadi gw ngobrol ama izma dan dia bilang:

People are always fake the facts – Izma Nur Romadona (2012)

Mungkin maksud quote itu orang akan selalu fake terhadap fakta, gw sih ngeliatnya orang normalnya pada satu poin dalam hidupnya akan fake terhadap sesuatu. Entah itu untuk kebaikan ato keburukan, yang jelas mereka being fake aja, as simple as that. Yaaa.. ngga buruk sih, normal dan wajar banget untuk being fake and not being yourself, denial at its best. Fake juga bisa jadi jalan keluar untuk masalah yang nimpa kita, ngga keluar juga sih, jalan menghindar untuk masalah kita mungkin lebih tepatnya.

Tapi udah cukup disitu aja tahap ke-fake-an seseorang yang masih wajar, kalo lebih dari itu lo bisa gw sebut orang “semacam baik”, semacam itu kayak, kayak itu mirip tapi ngga persis, jadi lo ngga persis baik. Semacam baik itu orang yang cuma pseudo-baik, baiknya palsu. Dan saran gw untuk lo yang masih fake ato semacam baik, lo harus baca tulisannya erick tentang burung beo. Baca baik-baik poin hikmah yang dikasih.

Wassalam (:

 

 

About aulleaul

I am a Social Welfare graduate, from University of Indonesia. I am passionate with human resources as well as human in general. Love watching movie and read a lot.

Posted on 26/04/2012, in Sebuah pergulatan beberapa jari dan click-an tetikus and tagged , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink. 3 Comments.

  1. arsetyanita

    Terkadang, gak semua orang harus ngerti kita, kita juga harus menyesuaikan dengan lingkungan, bukan berarti munafik atau semacam baik. Menurut gw sih, orang sopan bukan berarti munafik, hanya untuk menjaga dan menghargai orang lain saja. Pada dasarnya menyakiti hati orang kan dosa. Hehe.. Ayo introspeksi bersama, saling ingetin untuk belajar berkata dan berbuat yang memang bermanfaat. Makasih untuk tulisannya🙂

  2. ya, orang sopan itu attitude, ngga berarti munafik, dan justru karna gak semua orang harus mengerti kita, kita jangan jadi fake untuk diterima semua orang😉

  3. i just read this

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: