Category Archives: Mungkin Berguna

Tau-tauan

Gw punya kebiasaan (atau kebetulan ya?) yang rada aneh. Gw biasa mengetahui sesuatu, yang berguna untuk sesuatu yang lain, di hari kemudian. Apa ya maksudnya… Hmm… Jadi gini, kasusnya ada banyak banget, dan berulang kali terjadi, dan mungkin juga orang lain mengalami hal yang sama ama gw, atau ini merupakan salah satu hal yang lumrah, yaa…. gw gatau, yang jelas here’s what happen…

Contoh yang gw ambil ini pas lagi ngobrol ama idho, waktu itu gw lagi ngobrol soal passion, karna gw gamau ngobrol tanpa pengetahuan, akhirnya ya gw iseng aja google juga tentang passion, dan tentang Rene Suhardono. Ketemulah yang namanya perusahaan Amrop Hever, yang kerjaannya nyari senior executive untuk perusahaan-perusahaan, atau istilahnya Executive Recruiter. Lah, lantas di bagian mana tau-tauan nya? Jadi beberapa hari setelah itu gw secara ngga sengaja nonton di Fox Premium (HD, songong dikit :p) film Friends with Benefits (2011), nah di film ini Mila Kunis meranin Jamie, dan dia jadi Executive Recruiter buat si Dylan. Waktu pertama kali nonton Friends with Benefits gw sama sekali ngga nyadar kalo kerjaan si Jamie itu orang yang nyari-nyariin bos buat perusahaan-perusahaan. Ngga penting ya, belum kerasa keren ya. Ada lagi kejadian, ini lagi terkenal-terkenalnya. Tau Gangnam Style kan? Read the rest of this entry

Sumber

Kali ini gw pengen nge-share hal simpel yang mungkin kebanyakan orang udah tau, tapi tetep akan gw bahas karna menurut gw penting.

Gw rasa kalo anak forum di internet atau blogger-blogger yang cukup aktif pasti concern banget dengan yang namanya sumber. Hal sepele yang kalo dilupain bisa bahaya, karna kita bisa dicap plagiat karya orang. Kenapa sih kita mesti naro sumber? Jawaban paling gampang ya karna tulisan itu bukan pikiran lo, dia adalah pikiran orang lain, kalopun lo udah “membahasakan” ama bahasa lo sendiri, ya tetep aja lo harus cantumin sumber, biar ga ngelanggar hak cipta. Read the rest of this entry

Konsumsi

Di bukunya Financial Revolution, Tung Desem Waringin bilang kalo ada 4 cara konsumsi manusia:

1. Cara konsumtif yang terjelek adalah dengan cara utang di bank untuk mendapatkan sesuatu yang kita inginkan, lalu mencicil.

2. Cara konsumtif yang lumayan adalah menabung dan punya duit tunai, lalu membeli sesuatu dengan cara tunai.

3. Cara konsumtif yang baik adalah punya duit yang hasilnya atau bunganya cukup untuk mencicil ke bank.

4. Cara konsumtif terbaik adalah punya cukup duit yang bunganya saja bisa membayar secara tunai apa saja yang kita inginkan.

Menurut gw hal ini ada benernya, dan yang pasti cara konsumtif nomer satu itu ya cara orang pada umumnya. Read the rest of this entry

Potensi

Kadang kita sebagai manusia tidak menyadari betapa pentingnya kata potensi.

Potensi untuk maju.

Potensi untuk berkembang.

Potensi untuk baik (menjadi baik).

Kita kadang meremehkan kata potensi. Padahal potensi adalah suatu kata hebat yang apabila digunakan akan memiliki manfaat yang luar biasa. Dalam ilmu Kesejahteraan Sosial, khususnya di bidang Pemberdayaan atau Pengembangan Masyarakat, potensi menjadi sebuah proses sekaligus tujuan dari pemberdayaan itu sendiri. Potensi masyarakat untuk berkembang, untuk berusaha, untuk berubah. Potensi yang dimiliki oleh wilayah/tempat tinggal mereka sehingga masyarakat bisa memanfaatkan hasilnya untuk kesejahteraan.

Pemberdayaan Masyarakat masih menjadi salah satu bentuk dari CSR (Corporate Social Responsibility) dari perusahaan. Walaupun tidak salah jika perusahaan hanya menerapkan Pemberdayaan Masyarakat atau Comdev sebagai bentuk CSR-nya, tetapi CSR sebaiknya dikembangkan dan diberikan ke seluruh stakeholder perusahaan (karyawan, masyarakat sekitar, lembaga pendidikan di sekitar perusahaan, lembaga sosial/agama).

Apabila kita kembali berbicara mengenai Comdev yang menjadi fokus dari bentuk CSR sebuah perusahaan, berkembang banyak model atau pendekatan yang dilakukan. Salah satu yang harus dihindari adalah bentuk Comdev yang hanya bersifat charity, walaupun hal tersebut ‘dibungkus’ dengan judul pemberdayaan ekonomi/peminjaman modal usaha/Micro Enterprise Economic Program (MEEP) atau lainnya. Read the rest of this entry

|| Aulle Aul ‘Elegan’ Series ||

Tulisan ini pernah gw tulis di notes facebook gw pas 8 Januari 2009 yang lalu, tapi kayaknya oke2 aja kalo gw post disini juga

Peraturan pertama:
Berbuat baik, kenapa??
Bukan karena ingin diperlakukan baik pula, atau karena ingin mendapatkan sesuatu “in return”, tetapi lebih besar daripada itu, berbuat baik, karena lo punya keyakinan bahwa setiap orang punya potensi untuk menjadi baik..dan juga karena setiap orang punya kecendrungan untuk berbuat baik..karena alasan itulah lo berbuat baik kepada semua orang.

Peraturan kedua:
Jangan Males
Hilangkan kamus paling klasik dalam sejarah umat manusia. Males. Berubah menjadi individu yang rajin dan meminimalisir tingkat ke’males’an lo.. Read the rest of this entry

PT Arun Natural Gas Liquefaction – its Development throughout the history of Indonesian LNG Production

PT Arun NGL Factory

PT Arun Natural Gas Liquefaction, better known as PT Arun NGL, is the largest liquefied natural gas producer in Indonesia. In 1990, PT Arun was the largest LNG producer in the world. PT Arun is a subsidiary of Pertamina. Located in Lhokseumawe, North Aceh, Indonesia, the company has 6 processing units, but currently only 2 units are in operation due to the depletion of natural gas reserves there. PT Arun is one of the largest foreign exchange earners for the city of Lhokseumawe and Indonesia.

Arun’s production coupled with output from Bontang LNG (East Kalimantan) made Indonesia the world’s largest exporter of LNG for more than two decades, during which time LNG has been a major contributor to export earnings and government revenues. The LNG landscape lies in stark contrast to the potential of Indonesia’s oil trade, where crude exports continue enduring a steady decline while import of crude and petroleum products continue to rise.

Indonesia’s natural gas industry is in a much more lucrative position simply based on the fact that Indonesia does not import natural gas, while domestic industrial demand for the commodity is on the ascendancy.  The value of Indonesia’s natural gas exports (mainly LNG from Arun and Bontang) over the last five years has ranged from US$9.1-$13.2 billion per year. Their annual contribution to the central government for the same period has ranged from Rp 31 to Rp 42 trillion ($ 3.48 — $4.72 billion). Read the rest of this entry

Sustainable Development

While sustainability’s novice practitioners thought of the topic mostly in environmental and regulatory terms with any benefits stemming from brand or image enhancement, practitioners with more knowledge about sustainability expanded the definition for sustainability well outside the ‘green’ silo. They tended to consider the economic, social, and even political impacts of sustainability-related changes in the business landscape. Simply put, they saw sustainability as an integral part of value creation

The Business of Sustainability – Imperative Advantages, and Actions

The Boston Consulting Group (bisa diakses disini)

Bahasan tentang sustainability di atas menjelaskan kalau “mereka” atau perusahaan yang sudah benar-benar mengerti ‘sustainability’ tidak berpikir dari image/pencitraan yang didapat ketika melakukan Corporate Social Responsibility (CSR), tetapi karena hal tersebut sudah menjadi budaya dari perusahaan. Jadi sustainability dari suatu perusahaan menjadi hal yang penting untuk dilaksanakan, bukan sekadar CSR ke “luar” saja yang ditonjolkan (comdev, bantuan untuk korban bencana, dkk). Sekarang harus dipikirkan “program” yang menyentuh sisi ekonomi, social, dan lingkungan (triple bottom line), dan dampak kepada ketiganya.

Jadi program yang diciptakan tidak hanya ‘satu buah program ekonomi’ atau satu buah program lingkungan’, tetapi satu program, dimana program tersebut memiliki dampak serta menyentuh kepada tiga aspek tersebut. Dari diagram tersebut bisa terlihat bahwa program yang bisa menyentuh ketiga aspek (ekonomi, sosial, dan lingkungan) baru bisa dikatakan Sustainable Development.

Tips Anti Kebakaran Mobil

Pengen berbagi tips-tips anti kebakaran mobil, artikel ini diambil dari majalah Auto Bild edisi 204, dengan sedikit perubahan.

Tips Anti Kebakaran Mobil

  1. Kebakaran mobil bisa tiba-tiba terjadi dalam kondisi tertentu, untuk itu ada beberapa hal yang perlu diperhatiin.
  2. Yang pertama periksa sekring, pastiin berfungsi dan dipake sesuai spek mobil.
  3. Sekring yang jelek ngga bisa ngantisipasi arus pendek di kelistrikan, dan bisa meleleh/terbakar.
  4. Periksa klem dan saluran bbm, selang saluran bbm diperiksa masih bagus apa ngga, kalo jelek segera ganti.
  5. Pastiin pas ganti selang baru, selangnya ga menyentuh bagian mesin yang panas, nanti bisa cepet aus selangnya.
  6. Periksa kabel listrik, kabel yang terkelupas bisa menyentuh permukaan konduktor dan menimbulkan korslet.
  7. Periksa kabel busi, kabel ini punya potensi rusak, karena terbuat dari karet. Bisa retak karena usia.

Kalo mobil terbakar:

  • jangan panik
  • pinggirin mobil
  • matiin mesin
  • amanin penumpang dan barang-barang berharga lainnya
  • kalo punya fire extinguisher (APAR) semprotin ke api
  • buka pengunci kap mesin, jangan buka seluruh kap, buka celah, gunanya untuk ngeluarin asep
  • kalo api udah terlalu gede jauhin mobil, telpon petugas pemadam dan kepolisian

Sekian, semoga berguna..

Aman dari “Penjahat Jaringan Sosial”

Banyaknya pengguna jaringan sosial (social networking) seperti Friendster, Facebook, Twitter, Multiply atau yang lainnya di Indonesia membuat situs-situs tersebut menjadi lahan bagi hacker untuk mendapatkan data-data yang bersifat pribadi. Data pribadi tersebut bisa saja menjadi akses masuk seorang hacker ke hal yang lebih berbahaya, semisal: akses perbankan dan kartu kredit. Untuk itu kita sebagai mahasiswa, harus mengetahui, trik-trik apa saja yang perlu kita lakukan agar terhindar dari para “penjahat jaringan sosial” tersebut. Berikut adalah hal yang dapat kita lakukan: Read the rest of this entry

Pemberdayaan Masyarakat: Antara Pendekatan dan Program

Menurut sejarahnya, pendekatan terhadap komunitas diawali oleh community action (tindakan untuk komunitas) dengan mendirikan organisasi atau grup yang bertujuan mencari perubahan dalam komunitas. Skidmore, et.all (1994) dalam bukunya “Introduction to Social Work, 6th editions” menyatakan bahwa usaha pertama yang dilakukan untuk mengkoordinasi aktivitas dan aksi komunitas oleh London Charity Organization Society dimulai tahun 1869, yang mencoba untuk mengeliminasi duplikasi dan kecurangan dalam administrasi. Tujuannya adalah untuk meningkatkan pelayanan sosial melalui koordinasi dan kerjasama yang lebih baik. Usaha teroganisir pertama yang dilakukan di Amerika Serikat pada tahun 1877, dengan dibentuknya Buffalo Charity Organization Society. Usaha ini perlu karena banyak agen privat bermunculan dengan banyak jarak antara pelayanan secara total, dan juga kompetisi yang tidak perlu.

Pada tahun 1909 di Pittsburgh dan Milwaukee, dewan komunitas sejahtera pertama di Amerika Serikat berdiri. Mereka disebut Dewan Agensi Sosial. Sejak saat itu mereka berkembang dan diperluas oleh karena itu banyak dari sentra-sentra populasi besar sudah memiliki dewan komunitas sejahtera. Dewan ini, organisasi yang bijaksana, umumnya berfokus pada tiga bidang utama: kesehatan, kesejahteraan, dan rekreasi. Kebanyakan dari mereka memiliki badan perwakilan dari semua lembaga-lembaga dalam masyarakat yang bergabung dengan dewan. Read the rest of this entry